Hallloo.. kami pindah rumah yaaa..
silahkan berkunjung di http://www.childcanlead.com/
Hello…
Setelah pembangunan selama 2 bulan, akhirnya #pepuskreatif sebagai bagian dari project pertama ChildCanLead sudah selesai dibangun dan sudah mulai dipakai untuk adik-adik belajar sejak hari Senin kemaren.
Seneng rasanya lihat adik-adik bisa belajar di tempat yang lebih luas dari biasanya
Kemarin, sewaktu saya datang ke sana Mbak Nung cerita begini..
“Mbak, tadi pagi anak-anak datang dan bingung mau narok tas di mana, karena tempatnya luas. Biasanya untuk duduk aja sempit-sempitan..”
Denger kalimat itu saya terus terang terharu. Apa yang kita semua lakukan untuk mereka ternyata bermanfaat. Semoga adik-adik bisa belajar lebih nyaman dan kedepannya lebih mudah “bermimpi” ya…
Sesuai dengan misi ChildCanLead yaitu membuat anak Indonesia berani bermimpi dan mau berusaha untuk mewujudkannya.
Untuk mensyukuri berdirinya perpustakaan ini, ChildCanLead mau adain launching kecil-kecilan di hari Minggu 17 April 2011, jam 8-12.
Buat teman-teman yang punya waktu luang, ditunggu kedatangannya yaaa.. Di acara itu, kita bisa nemenin adik-adik nonton film, selanjutnya bisa bimbing adik-adik buat storytelling
Tempatnya tepat di Jl. Jati IX No 7 RT 10/09 Kelurahan Sungai Bambu Kecamatan Tanjung Priok
Ini daerah Sunter.. Silahkan kontak saya kalau pengen tanya-tanya lebih detail dan buat konfirmasi kedatangan
Kalau mau ajak teman-teman buat datang.. silahkan looohhhh
Menjadi bagian dari ChildCanLead sebagai volunteer akan menyenangkan, bagi kamu yang menyukai anak-anak atau tertarik pada pendidikan anak-anak.
Kamu bisa menjadi bagian dari committee ChildCanLead untuk bersama-sama berdiskusi mengenai kegiatan alternatif untuk anak-anak. Berdiskusi, sumbang ide akan terus kita lakukan karena pengetahuan tak akan pernah habis untuk dibahas. Akan selalu ada ilmu baru dan cara baru untuk mendidik anak-anak agar menjadi kreatif dan mandiri.
Kamu juga bisa menjadi tim pengajar yang akan mengarahkan anak-anak saat berkegiatan. Kegiatan di ChildCanLead terbagi menjadi dua.
1. Senin-Jumat adalah les pelajaran sekolah. Tentunya kita bisa membantu anak-anak untuk belajar pelajaran sekolah.
2. Sabtu dan atau Minggu adalah kegiatan untuk mendorong anak jadi kreatif. Kita akan membimbing anak-anak untuk melaksanakan kegiatan yang sudah kita buat sebelumnya
Kamu bisa datang pada kegiatan yang mana saja, saat ini tidak ada batasan siapa dan kapan harus datang. #perpuskreatif yang kita bangun adalah “rumah” bagi kita semua.
Jika kamu berminat menjadi bagian dari ChildCanLead, silahkan contact Inanda di inandatiaka[at]gmail.com
Rabu malam, 30 Maret 2011, saya dan Satrio menggenapkan jumlah sumbangan untuk pembangunan #perpuskreatif, sehingga total menjadi IDR 10.000.000.
Sayangnya, kami datang terlalu malam, sehingga kamera hape kami sudah tidak mampu capture gambar perpustakaan. Kondisi saat kami datangi adalah:
1. Atap sudah diperbaiki, menjadi asbes, sehingga diharapkan tidak ada bocor jika hujan.
2. Dinding sekililing perpus sudah dibangun.
3. Kondisi lantai belum sepenuhnya selesai. Masih perlu finishing.
Diharapkan, jika kondisi cuaca bagus dalam waktu 1 minggu ruang perpustakaan sudah bisa dipakai dan anak-anak sudah bisa membaca di perpustakaan dan berkegiatan di sana.
Bantu do’a yaaa
Tanggal 16 Maret 2011 kemarin, seminggu setelah pemberian donasi tahap pertama, saya dan Anto menyerahkan donasi tahap ke dua sebesar IDR 3.000.000. Jadi, total donasi yang sudah diberikan sebesar UDR 5.500.000
Progress pembangunan sampai kemarin bisa dilihat pada gambar berikut…
Do’akan pembangunan lancar ya
Semoga di awal April anak-anak sudah bisa menikmati perpustakaan kreatif nya. Amin.
(inanda)
Hampir setiap malam tiba, teras kos saya, yang terletak di kawasan Sungai Bambu Tj Priuk, ramai dengan anak-anak kecil. Mereka bermain hingga larut malam. Kebanyakan dari mereka berusia SD. Jam 22.00 adalah jam pulang mereka.
Sudah lebih dari 1 tahun saya tinggal di kawasan itu. Saya mengetahui bagaiamana kondisi masyarakatnya. Dan yang begitu menarik perhatian saya adalah kebiasaan anak dan remaja di sana. Yang dalam pengamatan saya, gemar bermain di malam hari.
Mereka yang tinggal di kelurahan ini, sebagian besar berekonomi menengah ke bawah. Banyak dari mereka, tinggal di rumah-rumah petak kecil, dengan sanitasi yang kurang memadai. Alih-alih mencari hiburan di dalamnya, bisa tidur dengan leluasa saja, itu sudah bagus. Terkadang rumah kecil, berukuran 5 X 5 harus diisi 7 orang. Artinya ruang gerak mereka hanya 4 meter kurang. Bahkan pernah saya temui rumah ukuran 3 X 5 dihuni 7 orang. Ruangannya cuma 2, dapur dan tempat tidur.
Dengan kondisi lingkungan seperti itulah anak-anak tadi dibesarkan, dan faktor inilah (paling tidak menurut saya) yang membuat mereka senang bermain di malam hari . Tidak ada yang menarik di rumah mereka. Sang orang tua yang sudah lelah bekerja pun, mungkin tak sempat memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Apalagi membantu mengerjakan PR dan belajar. Mungkin bila anak-anak ada di rumah dianggap mengganggu kenyamanan mereka beristirahat. Dan bagi saya, ini menjadi faktor kedua.
Saat di luar mereka lebih senang bermain saja dengan kawan-kawan “senasib”. Lingkungan luar menjadi orang tua mereka. Mereka juga bergaul dengan kawan-kawan mereka yang tak seusia. Hasil yang sudah saya “nikmati” saat ini adalah kata-kata kotor yang sering keluar dari bibir imut mereka. “ Tolol lu, Begok lu, Tai’ lu,”. Bahkan kata-kata itu sudah terinternalisasi pada anak-anak usia 2 tahun. Walau mereka tak tahu persis artinya, namun mereka sudah lancar menirukan.
Lalu Apa yang Bisa Kita Perbuat
Di tengah kondisi seperti itu, ternyata ada yang masih peduli. Mereka adalah Mas Indra dan Mbak Nurhasannah serta keluarganya. Pasangan suami istri ini, merintis sebuah sanggar belajar di rumah kecilnya yang berada di belakang pabrik mobil . Di sanggar belajar itulah, ternyata sebagian dari anak-anak tadi, mendapatkan wadah belajar. Di sana mereka dibimbing mengerjakan PR dan belajar. Dan bahkan mendapatkan figur pembimbing, yang mungkin sebelumnya sempat hilang. Mas Indra yang juga penggerak Pramuka, juga menanamkan pendidikan etika bagi anak-anak itu. Dan semuanya gratis.
Saat ini sudah ada 86 anak yang tergabung dalam sanggar belajar yang telah berdiri sejak beberapa tahun lalu itu. Karena semakin banyaknya anak-anak yang ingin ikut, ruang belajar itu semakin terasa sempit. Mereka pun berinisiatif mendirikan sebuah rumah baca yang lebih luas di sekitar rumahnya. Rumah baca itu rencananya akan digunakan sebagai tempat belajar alternatif di mana di sana, anak-anak selain bisa mengerjakan PR-nya dengan leluasa, mereka juga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan ketrampilan dan pembangunan karakter. Bahkan mereka bisa melihat film pendidikan. Saat ini perpustakaan itu dalam tahap pembangunan. Namun masih merangkak prosesnya. Masih butuh sokongan dari kita semua yang peduli terhadap pendidikan anak Indonesia
Kebetulan saya dan bersama beberapa teman yang tergabung dalam Child Can Lead , mencoba membantu mewujudkan impian tersebut, namun bantuan kami belum seberapa. Sehingga kami mengajak rekan-rekan sekalian yang peduli terhadap pendidikan anak untuk bergabung dalam mewujudkan impian itu. Banyak peluang bagi rekan-rekan sekalian untuk turut berpartisipasi: kawan-kawan bisa memberikan buku-buku cerita, buku pelajaran, atau komputer yang masih layak pakai. Atau yang saat ini sangat dibutuhkan adalah sokongan dana untuk pembangunan fisik taman bacaan . Apapun Berapa pun yang rekan-rekan berikan semoga bisa memberikan manfaat bagi pembangunan pendidikan di Indonesia. (anto)